Kenapa Kita Harus Khawatir?
Kadang kita terlalu sibuk melihat daerah yang belum bersama kita, sampai lupa mensyukuri betapa jauh perjalanan yang sudah kita tempuh dalam waktu yang begitu singkat.
OOI ini sesungguhnya baru seumur jagung. Juli 2026 kita baru mendapatkan legalitas badan hukum. Baru sekitar tiga bulan kita benar-benar berjalan membawa nama Onthelis Onthelista Indonesia sebagai sebuah organisasi yang memiliki rumah dan identitasnya sendiri. Tiga bulan.
"Cobalah sejenak melihat kembali peta Onthelis Onthelista Indonesia yang kita buat."
Dari Sumatera hingga Jawa, Bali, dan wilayah lainnya, satu demi satu bendera OOI mulai berkibar. Ada yang kepengurusannya sudah selesai, ada yang sedang berproses, ada pula saudara-saudara kita yang hatinya sudah bersama tetapi masih melakukan konsolidasi di daerahnya. Bukankah itu sesuatu yang luar biasa untuk sebuah perjalanan yang baru dimulai?
Karena itu terkadang saya bertanya: Mengapa kita masih harus dibebani kekhawatiran tentang siapa yang mayoritas? Mengapa kita harus merasa bahwa OOI belum cukup kuat hanya karena di satu atau dua daerah ada organisasi lain yang mempunyai basis lebih besar?
Lihatlah organisasi-organisasi besar yang telah berusia puluhan tahun. Dalam dunia politik saja, PDI Perjuangan mempunyai daerah yang menjadi basis kuatnya. Golkar mempunyai basisnya sendiri. Gerindra juga demikian. Tidak ada satu pun yang menguasai seluruh suara di setiap provinsi dan kabupaten/kota. Dan itu biasa saja.
Begitu pula dunia onthel. Ada daerah tempat OOI berkembang sangat kuat. Ada daerah tempat organisasi lain mempunyai akar yang lebih kuat. Ada pula daerah tempat berbagai organisasi dan komunitas tumbuh berdampingan. Biarlah. Hormatilah. Kita tidak sedang membangun OOI untuk menundukkan siapa pun.
Lihatlah perjalanan kita sendiri. Jawa Tengah tumbuh kuat bersama OOI. Jawa Barat berkembang. Sumatera Selatan bergerak luas bersama OOI. Banten menunjukkan militansi yang luar biasa. Bali pun tumbuh kuat bersama OOI. Daerah-daerah lainnya terus menyusul dan berproses. Dan semua itu terjadi ketika umur perjalanan kita bahkan belum panjang.
Jadi sebenarnya, apa yang perlu kita khawatirkan? Kita tidak membutuhkan seluruh onthelis Indonesia berada di bawah satu bendera untuk membuktikan bahwa OOI adalah organisasi nasional.
Kita hanya perlu memastikan bahwa bendera yang sudah berkibar tidak sekadar berkibar.
Di bawahnya harus tumbuh persaudaraan.
Di dalamnya harus hidup organisasi.
Dari sana harus lahir kegiatan dan manfaat.
Dan mereka yang memilih berjalan bersama OOI harus merasa bahwa mereka menemukan rumah yang baik.
Itulah pekerjaan kita. Bukan menghitung berapa orang yang belum bergabung. Bukan mencemaskan daerah yang masih menjadi basis organisasi lain. Apalagi menghabiskan energi untuk mengejar pengakuan bahwa kita harus menjadi mayoritas di mana-mana. Kita sedang membangun, bukan menaklukkan.
Kalau ada saudara kita yang memilih rumah organisasi lain, hormati. Kalau ada yang memilih tetap bersama komunitasnya sendiri, rangkul. Dan kalau ada yang mengetuk pintu OOI, bukakan pintu selebar-lebarnya. Sebab sejak awal kita mengatakan:
"Satu Onthel, Satu Rasa, Semuanya Saudara"
Kalimat itu akan kehilangan maknanya apabila persaudaraan hanya kita berikan kepada mereka yang berada di bawah bendera yang sama.
OOI baru memulai perjalanan. Jalannya masih panjang. Akan ada tanjakan, turunan, bahkan mungkin jalan berlubang. Tetapi melihat apa yang telah tumbuh hanya dalam beberapa bulan ini, rasanya kita mempunyai alasan yang jauh lebih besar untuk percaya diri daripada khawatir.
Kita sudah berada di arah dan rel yang benar. Maka tidak perlu terburu-buru ingin menguasai semuanya. Biarkan OOI tumbuh dengan caranya sendiri: alamiah, sehat, bermartabat, dan karena orang memang ingin berjalan bersama kita.
Terus genjot pedal. Bukan untuk meninggalkan saudara yang lain. Bukan pula untuk membuktikan bahwa kita lebih besar. Tetapi untuk memastikan perjalanan persaudaraan ini terus bergerak ke depan. Tak perlu menoleh terlalu jauh ke belakang. Tak perlu pula gelisah melihat siapa yang berjalan di sebelah. Jaga arah, jaga persaudaraan, dan teruslah mengayuh. Karena perjalanan kita sesungguhnya baru dimulai.
Memayu Hayuning Onthel.
Satu Onthel, Satu Rasa, Semuanya Saudara.
✍️ Bang Ansori
SekJend Onthelis Onthelista Indonesia
Sampai Jumpa di JON'S
Jambore Onthel Nasional 2026
Taman Sleko, Kawasan Kota Lama Semarang
17 - 18 Oktober 2026
#SatuOnthel #SatuRasa #SemuanyaSaudara
#OnthelisOnthelistaIndonesia
Posting Komentar