LAPORAN PEMANTAUAN TOURING ONTHELIS ONTHELISTA JARAK JAUH HARI KE-3

LAPORAN PEMANTAUAN TOURING HARI KE-3

Laporan Pemantauan Onthelis Onthelista Jarak Jauh #3

Etape Penuh Ujian, Semangat Persaudaraan Tetap Menyala Menuju Prambanan

Update Log: Jumat-Sabtu, 15-16 Mei 2026
Status Pergerakan: Menembus Cuaca Ekstrem & Medan Berat
Destinasi Akhir: Prambanan, Klaten

Perjalanan Onthelis Onthelista Jarak Jauh menuju Prambanan Klaten dalam rangka menghadiri RAKERNAS DPP KOSTI 2026 dan memeriahkan IVCA Rally 2026 terus berlangsung penuh semangat.

Memasuki tanggal 15 dan 16 Mei 2026, perjalanan mulai memasuki etape-etape berat. Berbagai ujian bermunculan di hampir seluruh jalur perjalanan, mulai dari hujan deras, ban bocor, ban meletus, hingga gangguan teknis di tengah perjalanan panjang lintas provinsi. Namun justru dalam kondisi itulah semangat persaudaraan Onthelis Indonesia semakin terlihat nyata.





Aksi heroik Kang Dede Susilo mengendalikan sepeda roda besar Penny Farthing melintasi turunan tajam Lingkar Gentong.

Jalur Barat: Ban Meletus di Tengah Jalur Pantura

Rombongan Onthelis Jarak Jauh dari Sektor Barat yang memulai perjalanan dari Titik Nol Anyer terus bergerak menyusuri jalur Pantura menuju Prambanan sejauh total 688 kilometer. Setelah sebelumnya melewati Tangerang, Jakarta, Karawang, dan Patrol, rombongan kini telah memasuki wilayah Cirebon dan bersiap melanjutkan perjalanan menuju Tegal.

Rombongan Barat Cirebon
Rombongan Barat bermalam dan beristirahat di kediaman H. Santo di Cirebon.

Namun memasuki etape Pantura yang panas dan membentang panjang, beberapa peserta mengalami kendala teknis berupa ban meletus di tengah perjalanan. Cuaca panas, beban perbekalan jarak jauh, serta aspal yang mendidih menjadi tantangan tersendiri bagi sepeda-sepeda tua yang digunakan peserta.

Meski demikian, semangat gotong royong langsung terlihat. Seluruh peserta saling membantu melakukan perbaikan di pinggir jalan sebelum kembali melanjutkan perjalanan bersama-sama. Tidak ada yang berjalan sendiri. Semua saling menunggu dan saling menguatkan.

Jalur Selatan: Aksi Penny Farthing Dede Susilo Memukau Pengguna Jalan

Perjalanan yang paling menyita perhatian publik terus datang dari Onthelis asal Cianjur, Kang Dede Susilo. Sendirian, Kang Dede mengayuh sepeda roda besar Penny Farthing menuju Prambanan melalui Jalur Selatan Pulau Jawa.

Perjalanan ini menjadi luar biasa karena sepeda Penny Farthing memiliki tingkat kesulitan sangat tinggi dibanding sepeda onthel biasa. Posisi duduk yang tinggi, roda depan raksasa berdiameter 44 inci, serta ketiadaan sistem pengereman freewheel membuat perjalanan penuh risiko, terutama saat menghadapi turunan ekstrem.

Menaklukkan Turunan Legendaris Nagreg & Lingkar Gentong

Pada etape tanggal 15 Mei 2026, Kang Dede berhasil menaklukkan turunan legendaris Simpang Nagreg, Garut. Turunan panjang dan curam tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu jalur paling menantang di Jawa Barat. Namun dengan ketenangan dan teknik keseimbangan tinggi, ia berhasil melaluinya dengan selamat.

Perjalanan berlanjut menuju Tasikmalaya. Tantangan berikutnya hadir di kawasan Lingkar Gentong, jalur yang terkenal dengan tanjakan dan turunan berkelok tajam khas pegunungan Priangan Timur. Dari video pandangan mata tim pemantauan, aksi Kang Dede di jalur Gentong tampak seperti atraksi sirkus klasik yang hidup kembali di jalan raya modern. Roda raksasanya meliuk-liuk di kelokan tajam Gentong, membuat banyak pengguna jalan memperlambat kendaraan hanya untuk menyaksikan aksi luar biasa tersebut dan memberikan acungan jempol.

Hujan Deras Malangbong dan Trouble Ban di Ciamis

Namun perjalanan tidak selalu berjalan mulus. Awalnya Kang Dede menargetkan dapat bermalam di Ciamis, namun hujan deras yang mengguyur kawasan Malangbong membuat perjalanan harus tertahan demi alasan keselamatan. Akhirnya, ia memutuskan bermalam terlebih dahulu di Malangbong.

Dede Susilo Trouble Ban
Memperbaiki karet ban Penny Farthing yang lumer di Warung Jeruk.
Dede Singgah di Ciamis
Disambut hangat saat singgah di kediaman Untung di Ciamis.

Setelah melanjutkan perjalanan, ujian kembali datang ketika sepeda Penny Farthing mengalami kendala karet ban yang lumer di daerah Warung Jeruk, Ciamis. Alhamdulillah, solidaritas Onthelis kembali terlihat. Dulur-dulur komunitas KOLARI segera turun membantu penanganan hingga akhirnya Kang Dede dapat melanjutkan perjalanan, singgah di Ciamis, and bermalam di Kota Banjar pada tanggal 16 Mei 2026.

Jalur Tengah: Majalengka, Kuningan, Tasikmalaya, dan Bandung Bersatu

Selain Jalur Pantura dan Selatan, dinamika perjalanan menarik juga datang dari rombongan yang menembus Jalur Tengah. Onthelis dari Tasikmalaya dan Bandung mulai bergerak menuju Majalengka untuk bergabung bersama rombongan Onthelis Majalengka yang dipimpin Abah Dayak, serta rekan-rekan dari Kuningan.

Grup ini memiliki taktik tempur tersendiri. Mereka tidak memutar ke utara (Cirebon/Semarang), melainkan menusuk langsung melalui Jalur Tengah Pulau Jawa yang dinilai lebih efektif secara jarak, meskipun menuntut kekuatan fisik lebih ekstra.

Rute Tengah: Majalengka → Bumiayu → Ajibarang → Purwokerto → Kebumen → Purworejo → Jogja → Prambanan.

Pilihan jalur ini memaksa rombongan harus berhadapan dengan kontur perbukitan bergelombang khas tengah Jawa dengan tanjakan dan turunan tak berujung. Namun, tekad kebersamaan telah dipatri: mereka akan tiba bersama di Prambanan.

Jalur Timur: Madura dan Jawa Timur Terus Bergerak

Dari ufuk timur, rombongan Onthelis dari Bali, Jawa Timur, Madura, Mojokerto, Jember, Malang dan sekitarnya terpantau terus merangsek maju. Rombongan Jalur Timur yang sebelumnya bermalam di Situbondo telah mendapatkan penghormatan di Kantor Bupati Situbondo, sebelum kembali mengayuh pelan menuju kawasan Probolinggo.

Onthelis Bali di Kraksaan
Rombongan Onthelis Bali terpantau tengah beristirahat memulihkan tenaga di Kraksaan, Probolinggo.

Di tempat lain, Tim Kuda Panole Sesepuh Madura yang bergerak dari Sumenep juga harus rela menepi karena dihantam kendala ban bocor saat melintasi jalur antara Jombang menuju Kertosono. Tapi di KOSTI, masalah satu orang adalah masalah bersama. Alat tambal ban dikeluarkan, perbaikan dilakukan secara swadaya, and roda-roda tua itu pun kembali berputar.

Spirit "Siri’ Na Pacce" Sulawesi Selatan Menggelora

Gelombang antusiasme terbesar justru dilaporkan datang dari seberang lautan—Makassar, Sulawesi Selatan. Pasukan Onthelis "Ewako" ini dilaporkan telah bersiap secara mental dan logistik untuk menyeberangi lautan menuju Surabaya.

Awalnya dilaporkan hanya sekitar 11 peserta perintis. Namun, menurut konfirmasi terbaru dari Ketua KOSTI Kota Makassar, Muhammad Asrun, gelombang pendaftaran terus membeludak hingga menembus angka puluhan Onthelis.

“Tak gentar oleh jarak, tak gentar oleh ombak. Ewako Sulawesi Selatan!”

Dengan mengusung filosofi agung "Spirit Of Siri’ Na Pacce" (simbol kehormatan, solidaritas, dan harga diri budaya Bugis-Makassar), gabungan peserta ini datang dari berbagai simpul paguyuban: KOSTI Makassar, KOSTI Parepare, Kostum Makassar, Standar Majene Sulbar, Pasapeda Kampoeng, Bonesta Watampone, hingga Datoka Galesong.

Ujian yang Menguatkan Persaudaraan

Perjalanan ribuan kilometer menuju Candi Prambanan ini bukan lagi sekadar touring biasa. Keringat yang menetes akibat ban meletus, dinginnya hujan deras di pegunungan, rantai yang putus, hingga medan ekstrem nan mengerikan, semuanya justru menjadi mozaik cerita yang akan mempertebal rasa persaudaraan Onthelis Indonesia.

Di setiap daerah, selalu ada uluran tangan yang membantu, teras rumah untuk singgah, dan pelukan hangat saudara yang menyambut. Semangat organik inilah yang membuat pergerakan menuju IVCA Rally 2026 dan RAKERNAS DPP KOSTI memiliki derajat yang jauh lebih mulia dari sekadar hobi bersepeda.

Ini adalah perjalanan budaya. Perjalanan merawat ingatan. Dan perjalanan mengokohkan persaudaraan sejati. Semoga seluruh Onthelis Onthelista yang sedang berada di jalan diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran hingga mencapai garis finis di pelataran Prambanan.

SATU ONTHEL • SATU RASA • SEMUA SAUDARA 🇮🇩 🇮🇩 🇮🇩
Untung Bahtiar Setiawan

Laporan Pantauan Lapangan | Editor & Tim Media DPP KOSTI

0/Post a Comment/Comments