Laporan Pemantauan Onthelis Onthelista Jarak Jauh #4

LAPORAN PEMANTAUAN TOURING HARI KE-5


Kayuhan Persaudaraan Terus Bergerak: Jalur Barat, Selatan, Timur hingga Sulawesi Menyatukan Langkah Menuju Prambanan

Update Log: Minggu, 17 Mei 2026
Status Pergerakan: Mendekati Jawa Tengah & Menyeberang Lautan
Destinasi Akhir: Prambanan, Klaten

Perjalanan Onthelis Onthelista Jarak Jauh menuju Prambanan Klaten untuk menghadiri RAKERNAS DPP KOSTI 2026 dan memeriahkan IVCA Rally 2026 terus berlangsung penuh semangat dan sarat akan cerita perjuangan.

Memasuki hari ke-5 pada tanggal 17 Mei 2026, rombongan dari berbagai penjuru Nusantara terus bergerak merangsek mendekati Pulau Jawa bagian tengah. Mereka membawa satu semangat yang sama: persaudaraan, pelestarian budaya, dan kecintaan mutlak terhadap pergerakan sepeda tua Indonesia.

Sulawesi Selatan & Barat Mulai Menyeberang Lautan

Pantauan terbaru nan heroik datang dari rombongan Onthelis gabungan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Hari ini, pasukan "Ewako" resmi mulai berlayar membelah lautan menuju Surabaya melalui Pelabuhan Makassar. Perjalanan laut ini diperkirakan akan memakan waktu sekitar 36 jam sebelum akhirnya armada tiba bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Sebelum keberangkatan, rombongan secara protokoler dilepas langsung oleh Ketua KORMI Makassar dan Ketua KOSTI Kota Makassar dalam suasana yang penuh semangat dan tangak haru. Rombongan Sulawesi ini menyeberang dengan membawa filosofi agung masyarakat Bugis-Makassar:

“Spirit Of Siri’ Na Pacce”

Sebuah semangat yang menjunjung tinggi kehormatan, solidaritas, dan harga diri persaudaraan. Pasukan pelayaran ini merupakan gabungan dari berbagai simpul komunitas lintas daerah, di antaranya:

  • KOSTI Makassar
  • KOSTI Parepare
  • Kostum Makassar
  • Standar Majene Sulbar
  • Pasapeda Kampoeng
  • Bonesta Watampone
  • Datoka Galesong
“Tak gentar oleh jarak, tak gentar oleh ombak. Ewako Sulawesi Selatan!”

Setibanya di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya nanti, rombongan Sulawesi akan langsung merapatkan barisan, bergabung bersama saudara-saudara Onthelis Jawa Timur sebelum melakukan konvoi akbar menuju titik kumpul Prambanan.

Jalur Barat Tinggalkan Cirebon Menuju Tegal

Pelepasan Cirebon
Momen pelepasan rombongan Onthelis Sektor Barat dari Titik Nol Kilometer Kota Cirebon.

Sementara itu, dari etape Pantura, konvoi besar Sektor Barat pagi ini dilepas secara resmi dari Titik Nol Kilometer Kota Cirebon oleh Ketua KORMI Kota Cirebon. Sebelumnya, rombongan ini mendapatkan pelukan hangat persaudaraan—bermalam dan memulihkan tenaga di kediaman H. Santo (Ketua KOSTI Cirebon) yang bertindak sebagai tuan rumah titik singgah.

Usai prosesi pelepasan, rombongan kembali memacu kayuhan menyusuri aspal panas Jalur Pantura menuju Kota Bahari, Tegal. Menjelang petang hari, rombongan dilaporkan telah tiba dengan selamat di Kota Tegal dan diberikan fasilitas istirahat di Gedung DPRD Kota Tegal sebelum mereka kembali bersiap menyapu etape selanjutnya menuju Batang dan Semarang.

Sebagai catatan, perjalanan Sektor Barat ini merupakan salah satu rute darat terpanjang dalam sejarah IVCA 2026, yang ditarik lurus dari Titik Nol Kilometer Anyer, Banten menuju Prambanan sejauh hampir 700 kilometer. Apalagi yang start dari Lahat dan Palembang lebih dari 1200 kilometer.

Jalur Selatan: Penny Farthing Dede Susilo Taklukkan Gunung Sengkala

Dede Susilo di Basecamp Kolari
Kang Dede Susilo kembali melanjutkan perjalanan dari Basecamp KOLARI (Banjar) diiringi doa dan dukungan dulur Onthelis.

Sorotan dari Jalur Selatan Pulau Jawa tidak pernah redup. Kang Dede Susilo, Onthelis asal Cianjur yang bertarung solo di atas sadel Penny Farthing, terus mengukir sejarah. Setelah bermalam di basecamp KOLARI Langensari, Banjar akibat insiden ban lumer di Ciamis, ia kembali bergerak diantar batas wilayah oleh dulur-dulur Onthelis setempat hingga menyentuh tapal batas Jawa Tengah.

Siang harinya, Kang Dede sempat menyapa kawan-kawan komunitas Komando dan Pedalmas saat singgah di kawasan Majenang, Cilacap. Perjalanan kemudian menusuk wilayah Lumbir dan Wangon, hingga akhirnya ia bisa meluruskan kaki di kediaman Ibu Daning di Jatilawang.

Namun, etape ini diakui sebagai salah satu rute paling brutal. Dalam rentang jarak sekitar 45 kilometer dari Banjar menuju perbatasan Banyumas, Kang Dede harus berhadapan dengan Gunung Sengkala—sebuah kawasan yang dikenal ekstrem dan rawan kecelakaan. Tanjakan yang menyiksa napas, turunan yang mengancam nyawa, serta manuver mematikan di atas sepeda tanpa rem modern menjadi pembuktian mental baja seorang Dede Susilo. Dengan ketenangan dan jam terbang, kawasan Gunung Sengkala sukses ditaklukkan.

Petualang Baru Jalur Selatan: Abah Haji Taufik Segera Menyusul

Abah Taufik
Abah Haji Taufik dari Bandung dengan sepeda klasiknya yang telah dimodifikasi khusus siap membelah Jalur Selatan.

Drama Jalur Selatan belum usai. Kini, muncul satu lagi sosok petualang tangguh dari Kota Bandung: Abah Haji Taufik. Dilaporkan bahwa Abah Taufik akan memutar pedalnya sesaat setelah waktu Subuh menyingsing, membelah aspal menuju Prambanan.

Yang membuat ekspedisi ini patut ditunggu adalah "kuda besi" tunggangannya. Abah Haji Taufik akan mengayuh sepeda klasik modifikasi yang posturnya dirancang lebih tinggi dari sepeda konvensional, menyuguhkan siluet unik yang dipastikan akan mencuri perhatian di sepanjang jalan.

Rute Abah Taufik: Bandung Garut Singaparna Tasikmalaya Ciamis Banjar Jawa Tengah PRAMBANAN

Dengan turun gunungnya Abah Taufik, Jalur Selatan resmi menjadi etalase pertunjukan heroisme individu yang penuh karakter dan pantang menyerah.

Jalur Timur Bergerak Menuju Sidoarjo

Semangat membara rombongan Sektor Timur saat melanjutkan perjalanan.

Sementara itu, arus gelombang dari ufuk Timur (Bali dan Jawa Timur) juga terus mendesak maju. Rombongan Onthelis Jarak Jauh yang sebelumnya menerima kehormatan dilepas oleh Wakil Bupati Situbondo dan beristirahat di Probolinggo, kini kembali tancap pedal.

Hari ini, rombongan tersebut secara resmi mendapat penghormatan dilepas langsung oleh Bupati Probolinggo. Misi mereka selanjutnya adalah menembus Sidoarjo. Titik tujuan mereka adalah basecamp legendaris Maerokotjo di Rewwin, Sidoarjo, yang telah ditunjuk sebagai lokasi konsolidasi (titik kumpul) utama Onthelis Jawa Timur sebelum armada besar ini berparade bersama menuju Prambanan.

Simpul-simpul dari Bali, Jatim, Madura, Mojokerto, Malang, dan daerah sekitarnya kini perlahan-lahan mulai menyatu ke dalam satu arus besar yang bermuara di Candi Prambanan.

Perjalanan yang Menjadi Simbol Persaudaraan

Touring Jarak Jauh menuju IVCA Rally 2026 ini bukan lagi sekadar kegiatan fisik memeras keringat di atas sadel. Ini adalah ziarah budaya, demonstrasi solidaritas tanpa sekat, pengingat sejarah, dan monumen hidup dari semangat persaudaraan lintas daerah, lintas suku, dan lintas pulau.

Di setiap kota selalu ada sambutan hangat. Di setiap etape selalu ada cerita perjuangan melawan aspal. Dan di setiap kayuhan pedal, selalu ada degup semangat yang sama:

SATU ONTHEL • SATU RASA • SEMUA SAUDARA 🇮🇩 🇮🇩 🇮🇩
Untung Bahtiar Setiawan

Laporan Pantauan Lapangan | Editor & Tim Media DPP KOSTI

0/Post a Comment/Comments