Dari Jalur Selatan Menuju Prambanan: Dede Susilo Kembali Mengayuh Sejarah

SERI 2 : JELAJAH SEJARAH


Oleh: Tim Media KOSTI
Arsip Perjalanan Nusantara

Setelah mencatat perjalanan bersejarah menuju Tulungagung pada tahun 2024 menggunakan Penny Farthing, Dede Susilo kembali bersiap menghadapi tantangan baru. Kali ini tujuannya adalah Prambanan, Klaten — titik berkumpul ribuan Onthelis Indonesia dalam rangka IVCA Rally 2026 dan Klaten International Cycling Festival.

Dede Susilo Menuju Prambanan
Persiapan Dede Susilo untuk kembali merajut aspal Nusantara, kali ini menuju perhelatan akbar di Prambanan. (Dok. Pribadi)

Namun seperti perjalanan sebelumnya, Dede kembali memilih jalan yang berbeda. Saat sebagian besar rombongan Onthelis dari arah barat menggunakan jalur Pantura melalui Cirebon, Pekalongan, dan Semarang, Onthelis asal Cianjur tersebut justru memutuskan mengambil Jalur Selatan Pulau Jawa.

Pilihan itu bukan tanpa alasan. Secara geografis, posisi Cianjur berada di wilayah selatan Jawa Barat sehingga jalur selatan dinilai lebih dekat dan lebih efisien menuju Prambanan dibanding harus memutar jauh ke utara.

Rute tempur yang akan dilalui oleh Dede Susilo membentang melintasi kota-kota bersejarah di selatan Jawa:

Cianjur Bandung Nagreg Tasikmalaya Banjar Majenang Wangon Gombong Kebumen Purworejo Jogja PRAMBANAN

Jalur tersebut terkenal memiliki karakter medan yang berat. Tanjakan panjang, jalan berliku, kawasan pegunungan, serta kontur khas selatan Jawa menjadi tantangan utama perjalanan. Namun justru di situlah semangat petualangan seorang Onthelis diuji.

Dede Susilo Istirahat
Jalur selatan menghadirkan bentang alam yang memukau sekaligus menguji ketangguhan fisik dan mental pengendara.

“Bagi Dede, perjalanan bukan sekadar berpindah kota menuju garis finish. Setiap kilometer adalah ruang untuk menyapa sesama Onthelis dan menjaga tradisi touring sepeda tua tetap hidup.”

Jalur Selatan juga menawarkan nuansa berbeda dibanding Pantura. Jika jalur utara identik dengan panas pesisir dan lalu lintas padat, maka jalur selatan menghadirkan suasana pedesaan, udara pegunungan, serta bentang alam yang lebih tenang namun menantang.

Perjalanan menuju Prambanan ini sekaligus menjadi simbol kesinambungan semangat yang telah dimulai pada perjalanan Tulungagung tahun 2024. Jika dahulu Dede mengayuh demi membuktikan bahwa Penny Farthing masih mampu menaklukkan Jawa, maka kini ia mengayuh demi menyatukan semangat Onthelis Nusantara.

Di Prambanan nanti, ribuan Onthelis dari berbagai daerah akan berkumpul: dari Anyer, Palembang, Bali, Makassar, Jawa Timur, hingga Sumatera. Semuanya datang dengan cerita perjalanan masing-masing. Namun di antara seluruh rombongan itu, sosok Dede Susilo tetap memiliki tempat istimewa.

Ia bukan hanya pengayuh sepeda tua. Ia adalah penjaga sejarah yang memilih tetap bergerak bersama zaman tanpa meninggalkan akar budaya yang dicintainya. Dan selama roda Penny Farthing itu terus berputar di jalanan Indonesia, kisah tentang ketekunan dan kecintaan terhadap sejarah akan terus hidup.

SATU ONTHEL • SATU RASA • SEMUA SAUDARA ARSIP HIDUP NUSANTARA

0/Post a Comment/Comments