Klaten, Jawa Tengah — Ajang bergengsi The 35th International Cycling History Conference (ICHC) 2026 akan digelar pada 17–20 Mei 2026 di Pendopo Klaten, Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para peneliti, pegiat, dan komunitas sepeda dari berbagai negara untuk berkumpul, berbagi pengetahuan, serta memperkuat jejaring internasional dalam dunia sejarah sepeda.
Konferensi internasional ini menghadirkan rangkaian acara yang mencakup pembukaan budaya, sesi akademik, workshop, hingga penutupan dengan sesi pleno yang menghadirkan pembicara penting dari dalam dan luar negeri.
Hari Pertama: Pembukaan dan Program Budaya
Kegiatan dimulai pada Minggu, 17 Mei 2026 dengan agenda santai namun sarat makna. Para delegasi akan mengikuti city tour dan kunjungan ke desa wisata, industri, serta kawasan kreatif di Klaten.
Acara dilanjutkan dengan Opening Ceremony dan Welcome Dinner yang menghadirkan hiburan live band, menjadi ajang perkenalan antar peserta dari berbagai negara.
Hari Kedua: Sesi Akademik Hari Pertama
Pada Senin, 18 Mei 2026, konferensi memasuki sesi akademik dengan menghadirkan pembicara internasional, di antaranya:
- Prof. Glen Norcliffe (Kanada) membahas sepeda bambu
- Jürgen K.E. Wagner (Jerman) tentang sejarah industri Mercedes Fahrradwerke
- Daniel Rudy Kristanto (Surabaya) terkait gerakan budaya sepeda melalui media digital
- Daru Indriyo (Jakarta) mengulas sejarah BMX di Indonesia
- Janis Seregins (Latvia) tentang sejarah pabrik sepeda di Riga
Selain itu, hadir pula pembicara nasional seperti Prof. Sugiono (Universitas Brawijaya) dan Mahalli (Universitas Brawijaya) yang membahas inovasi dan desain sepeda adaptif.
Sesi ini juga dilengkapi workshop menarik seperti:
- Penny Farthing Made in Indonesia
- Workshop INKU & Bengkel Margono
Hari Ketiga: Sesi Akademik Internasional
Pada Selasa, 19 Mei 2026, diskusi berlanjut dengan topik sejarah dan budaya sepeda global, menghadirkan pembicara dari:
- Belanda, Amerika Serikat, Kolombia
- Akademisi dan peneliti Indonesia
Topik yang dibahas meliputi:
- Ekspor sepeda Belanda ke Hindia Belanda
- Peran sepeda dalam masyarakat
- Budaya bersepeda modern dan ekspresi generasi muda
Hari Keempat: Plenary Session dan Penutupan
Puncak acara berlangsung pada Rabu, 20 Mei 2026 melalui Plenary Session yang menghadirkan tokoh penting, antara lain:
- Perwakilan Kementerian Perhubungan RI
- Duta Besar Belanda dan Denmark
- Akademisi internasional
Acara ditutup dengan:
- Closing Ceremony & Pembagian Sertifikat
- Sesi foto bersama
- Kunjungan ke Candi Prambanan
Momentum Internasional untuk Komunitas Sepeda
ICHC 2026 bukan hanya konferensi akademik, tetapi juga menjadi wadah strategis untuk memperkenalkan Indonesia—khususnya Klaten—sebagai pusat budaya dan sejarah sepeda dunia.
Kehadiran komunitas sepeda tua, peneliti, serta praktisi dari berbagai negara memperkuat posisi Indonesia dalam peta internasional, sejalan dengan semangat pelestarian sepeda klasik yang diusung oleh KOSTI.


Posting Komentar