Makassar — Komunitas sepeda tua di Indonesia Timur kembali merayakan momen bersejarah. Komunitas Sepeda Tua Makassar (KOSTUM) genap memasuki usia ke-21 tahun, menandai perjalanan panjang penuh dedikasi dalam melestarikan budaya sepeda tua serta mempererat persaudaraan antar komunitas.
Dua dekade lebih bukan sekadar hitungan waktu, tetapi menjadi bukti nyata konsistensi KOSTUM dalam menjaga semangat kebersamaan dan nilai-nilai luhur komunitas.
Mercusuar Sepeda Tua Indonesia Timur
Selama 21 tahun perjalanannya, KOSTUM telah menjelma menjadi salah satu pilar penting dalam perkembangan komunitas sepeda tua, khususnya di kawasan Indonesia Timur. Dari Makassar, semangat itu terus menyala dan menyebar luas.
KOSTUM hadir bukan hanya sebagai komunitas, tetapi juga sebagai:
- Penuntun arah bagi komunitas sepeda tua
- Pemersatu lintas generasi dan daerah
- Penjaga nilai dan marwah budaya sepeda tua
Peran ini menjadikan KOSTUM sebagai simbol kekuatan komunitas yang solid dan inspiratif.
Filosofi Lokal yang Menguatkan
Dalam perjalanan panjangnya, KOSTUM senantiasa menjunjung tinggi nilai kearifan lokal Bugis-Makassar:
“Sipakatau, Sipakainga, Sipakalebbi”
(Saling memanusiakan, saling mengingatkan, dan saling menghargai)
Nilai inilah yang menjadi fondasi kuat dalam membangun hubungan yang harmonis antar anggota serta memperkuat rasa persaudaraan di dalam komunitas.
Mengayuh untuk Persaudaraan
Semangat kebersamaan yang dibangun selama ini menjadikan KOSTUM sebagai inspirasi bagi komunitas sepeda tua di seluruh Indonesia. Dari Makassar, cahaya persaudaraan itu terus hidup—merangkul, menguatkan, dan menyatukan Onthelis dalam satu kayuhan.
Ewako! KOSTUM Tetap Jaya
Di usia ke-21 ini, harapan besar terus disematkan agar KOSTUM tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga eksistensi sepeda tua di Indonesia.
Ewako! KOSTUM… Tetap Jaya, Tetap Mengayuh! 🚲🔥

Posting Komentar