surat bicycle8_cycling_www.gowes.co.nr  

Parade onthel purwokerto 2 More »

Para perwakilan KOSTI dalam mengikuti event IVCA dengan menggunakan kostum Jawa More »

Wakil Indonesia diantara para penggemar sepeda tua saat melintas di kota Gent Belgia More »

Salah satu hasil Munas II KOSTI di Bandung, 5 Oktober 2013, adalah memutuskan bahwa: perhelatan KONGRES KOSTI III akan dilaksanakan di Denpasar Bali pada tanggal 8-9 Februari 2014 More »

 

Sahabat Komunitas Sepeda Tua Indonesia / KOSTI

Selamat Datang di website Resmi Komunitas Sepeda Tua Indonesia KOSTI.

Menggemari sepeda onthel memang bisa dinikmati sendirian. Namun bergabung dengan komunitas sepeda lokal juga tidak ada salahnya. Banyak  sepeda tua milik onthelis yang masih perlu “dibangun” atas dasar semangat untuk kembali ke bentuk orisinil awal. Situasi keterbatasan referensi dan keterbatasan ketersediaan onderdil membuat para onthelis kemudian secara alami saling berinteraksi untuk bertukar informasi dan bertukar onderdil. Sepeda onthel yang cukup merakyat, membuat setiap orang dengan mudah bergabung dengan komunitas sepeda lokal yang ada di daerah masing-masing. Meskipun harga sepeda onthel semakin hari semakin membumbung tinggi, namun animo masyarakat terlihat justru semakin membesar.

Untuk para anggota yang mempunyai informasi, Video, Foto dari kegiatan KOSTI yang ingin di tampilkan di website kosti bisa mengirimkannya ke email admin@kosti.or.id.

masa peralihan dari kuda ke sepeda

Orang yang tidak pernah berusaha untuk naik roda, namun dapat menahan diri cukup baik di atas kuda, kadang-kadang meledak bahwa tidak artistik, dan bahwa ia tampak seperti monyet mekanik.

Seorang pengendara sepeda terlihat trim sebagai penunggang kuda. Tubuhnya erat tertutup dalam sweater wol berkualitas baik dan pola, mantel longgar dipangkas dengan kepang, sepasang celana tanggung, tidak terlalu longgar, dan kaus kaki wol tebal yang cocok, sepasang sepatu rendah dan topi untuk mencocokkan warna mantel; sarung tangan berkuda kuat yakin untuk menambah keindahan kostum ini. Sebuah sabuk kadang-kadang usang dan memberikan semacam tampilan militer untuk pemakainya.

KOSTI Lawatan ke Rusia

Para pencinta sepeda tua yang tergabung dalam Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) membuat program lawatan ke komunitas pencinta sepeda tua yang ada di Rusia.

“Program berangkat ke Rusia tersebut pada tahun 2017,” kata Sekretaris Jenderal Kosti Pusat Fahmi Saimima kepada Antara Kalimantan Selatan, Selasa, 8 Desember 2015.

Menurut dia, para pencinta sepeda Indonesia sudah berpengalaman memberangkatkan duta mereka ke berbagai belahan dunia. Terakhir, pada 28-30 November 2015, sekitar 50 orang diberangkatkan ke Bangkok, Thailand.

Rombongan pencinta sepeda tua Indonesia yang ikut kunjungan ke Thailand berasal dari berbagai daerah di Tanah Air. Termasuk enam orang berasal dari Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

“Sebelum ke Thailand, anggota Kosti sudah tiga kali ke Malaysia,” ujar Fahmi seraya menyebutkan bahwa keberadaan pencinta sepeda tua Indonesia tak bisa dipandang “sebelah mata” oleh pencinta sepeda tua dunia lantaran komunitasnya terbesar di seluruh Indonesia.

kostirusia

copy from m.tempo.co more detail

Batalyon 7 Infanterie

pataka pasukan kolonial yang di gunakan di nusantara , termasuk menyerbu bali. sepertinya ada hubungannya dengan simbol W / CW dalam sepeda militer yang digunakan . W = william c = crown ( analisa) .
jadi besar kemungkinan sepeda militer yg ditemukan di tanah air dengan simbol CW , memang dari batalyon 7 .
BKST

salah satu yang menarik perhatian dalam kontes sepeda kemaren adalah simbol ‘2030’ yang tercantum dalam 2 humber dames yang masih sangat bagus kondisinya , sehingga menarik perhatian .ada apa dengan TM 2030 tersebut ?

Ternyata itu adalah TM untuk menunjukkan bahwa ada penggunaan teknologi baru yang mumpuni , yang mebuat semakin kuat dan responsiv dgn digunakannya carbon yang cukup tinggi dalam steel tubing.

Simplex model & Terry Sadel

Ini pengamalan factual bersua dengan pedagang sepeda dr Malang , Blitar ,Tulung Agung , Kediri , Trenggalek ,Pasuruan , Gondang legi ,Sidoarjo, Surabaya, Tumpang , Turen semua JawaTimur , hampir 20 tahun lalu. Pengalaman lebih subtil terjadi di pasar Comboran Malang .
“Terry” selalu sadel itu disebut ketika berbicara sepeda simplex . kalua nggak Terry , nggak orisinil , harus diganti , agar harganya juga ikut naik. Nggak peduli yang nempel di sepeda simplex adalah “brooks” , apalagi hanya sekedar “Favorit” merek yang di nilai agak rendah kastanya. Penian ini terjadi juga oleh kakek saya , atau saudara saya yg juga jual beli sepeda. Semua bersepaham , Simplex pakai Terry , bukan yang lain. Entah kalua diluar jawa timur.
Bagaimana sebenarnya perjalanan sadel simplex?
Riset sederhana ini hanya berbasis pada katalog , katalognya pun terbatas , hanya mulai 1907 sampai 60an. Untuk katalog di atas tahun 56 keatas tdk diperhatikan secara seksama , karena pola penulisan yng menjadikan satu untuk keterangan aksesoris dan terlihat juga pola pemakian satu merek . keterbatasan lain , bbrp katalog , nggak bisa di buka dengan baik , walau jumlahnya minim , namun ini mengurangi informasi yang ada. Oleh karena jika kurang akurat mohon maaf .

 

Hasil Musyawarah Nasional KOSTI

Hasil Munas-page-001

ecobicycle

Malioboro daholoe

Foto lawas koleksi BPAD Daerah Istimewa Yogyakarta ini menggambarkan kesibukan lalu lintas di Jalan Malioboro di depan palang pintu kereta api Stasiun Tugu Yogyakarta di tahun 1948. Kala itu, kawasan Malioboro menjadi jantung kota Yogyakarta masih didominasi pejalan kaki, sepeda, andong, dan sedikit mobil pribadi. Dalam perjalanan sejarahnya, keadaan Malioboro sungguh berbeda dengan kondisi saat ini yang hampir selalu macet dan sangat padat oleh pedagang dan kendaraan parkir.

 

Di masa yang telah lalu, Kota Gudeg ini pernah memiliki predikat sebagai Kota Sepeda. Pada dekade 1960 hingga 1970-an, moda transportasi sepeda terbilang populer digunakan warga Yogyakarta, selain sarana transportasi tradisional lainnya seperti andong dan gerobak (angkutan barang). Saat ini, di Kota Pelajar itu masih terdapat banyak sisa-sisa peninggalan jaman sepeda. Buktinya masih banyak sepeda kuno yang dirawat secara turun temurun. Karena perkembangan waktu dan semakin meluasnya progresivitas pergerakan, moda transportasi sepeda menjadi semakin ditinggalkan karena daya jelajahnya yang tergolong terbatas.

Suasana Maloboro seperti dalam foto lama itu hanya tinggal kenangan. Kini Malioboro menjadi salah satu pusat bisnis dengan perputaran uang sangat besar untuk ukuran kota Yogyakarta. Ada banyak orang, organisasi, kelompok atau lembaga yang menggunakan kawasan Malioboro untuk menyelenggarakan berbagai kepentingan dan hajat hidupnya. Malioboro ibarat gula yang menarik sekian banyak orang untuk turut menikmati manisnya. Tidak aneh jika kawasan yang tidak terlampau luas ini menjadi padat dan menjadi medan pembuangan gas dari knalpot kendaraan bermesin dengan intensitas yang sangat tinggi.

Referensi

UNDANGAN MUNAS KOSTI III

 

musyawarah kosti

kosti munas

Shopping Cart (0 Items)
Your cart is empty!


Subtotal: Rp 0.00
Total: Rp 0.00
duniaphp
demo.duniaphp
software.duniaphp
pulsa tronik
software server pulsa
harga cctv
banyumasweb